Jumat, 23 Desember 2011

Pengertian perusahaan jasa

Perusahaan jasa merupakan unit usaha yang kegiatannya memproduksi produk yang tidak berwujud (jasa) dengan maksud meraih keuntungan. Akan tetapi, perusahaan jasa juga membutuhkan produk berwujud dalam menyelenggarakan kegiatan usahanya. Misalnya, perusahaan angkutan menawarkan jasa transportasi kepada masyarakat. Untuk mendukung usahanya, perusahaan membutuhkan sarana transportasi berupa mobil atau bus.
Dari pengertian di atas, perusahaan jasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut.
a. Produk yang ditawarkan berupa benda tidak berwujud (jasa). Jasa merupakan sesuatu yang tidak bisa dilihat, tetapi manfaatnya bisa dirasakan.
b. Perusahaan dan konsumen kesulitan untuk mengukur tingkat harga jasa. Tingkat harga merupakan sesuatu yang bersifat tidak mutlak karena mahal atau tidaknya harga yang ditetapkan perusahaan tergantung tingkat kepuasan konsumen.
c. Produk yang ditawarkan tidak bisa disimpan dalam bentuk persediaan. Artinya, jasa tidak bisa disimpan, dijual kembali kepada orang lain, atau dikembalikan kepada perusahaan tempat konsumen membeli jasa.

menurut wikipedia, jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan.
Contoh dari bisnis jasa yang perkembangannya cukup pesat adalah:
1. Bisnis jasa: konsultan, keuangan, perbankan
2. Perdagangan jasa: eceran, pemeliharaan dan perbaikan
3. Jasa infrastruktur: komunikasi, transportasi
4. Jasa personal/sosial: restoran, perawatan kesehatan
5. Administrasi umum: pendidikan, pemerintah.

Sumber: http://id.shvoong.com/social-sciences/economics/2157401-pengertian-perusahaan-jasa/

Pengertian dan Kegiatan Utama Perusahaan Dagang

Perusahaan dagang adalah perusahaan yang kegiatan usahanya melakukan transaksi pembelian barang dagang kemudian untuk dijual kembali tanpa mengubah bentuknya.
Perusahaan – perusahaan yang digolongkan sebagai perusahaan dagang antara lain adalah distributor, agen tunggal, pengecer, toko swalayan, toko serba ada, plasa, pusat-pusat perbelanjaan, atau pusat barang-barang grosir. Adapun ciri-ciri perusahaan dagang, antara lain sebagai berikut :
  1. Kegiatan usahanya melakukan pembelian barang untuk dijual kembali tanpa melakukan proses produksi (mengolah/mengubah bentuk)
  2. Pendapatan pokoknya diperoleh dari penjualan barang dagang
  3. Harga pokok barang yang dijual adalah : Nilai persedian awal + Pembelian Bersih – Persediaan Akhir
  4. Laba kotor diperoleh dari : Penjualan bersih – Harga pokok barang yang dijual  
Perusahaan dagang memiliki karakteristik yang berbeda dengan perusahaan jasa dan perusahaan industry (manufaktur). Oleh karena itu, siklus perusahaan dagang mempunyai karakter khas, yang hanya dijumpai dalam perusahaan dagang. Akun-akun yang merupakan cirri khas perusahaan dagang selain seperti yang terdapat di perusahaan jasa adalah sebagai berikut :

  1. Akun pembelian di sisi debit (D)
  2. Akun penjualan dicatat di sisi kredit (K)
  3. Akun potongan pembelian dicatat di sisi kredit (K)
  4. Akun potongan penjualan dicatat di sisi Debit (D)
  5. Akun retur pembelian dicatat di sisi kredit (K)
  6. Akun retur penjualan dicatat di sisi debit (D)
  7. Akun biaya angkut pembelian dicatat di sisi debit (D)
  8. Akun biaya pengiriman dicatat di sisi debit (D)
  9. Akun persediaan barang dagang dicatat di sisi debit (D)
  10. Akun utang usaha dicatat di sisi kredit (K)
  11. Akun piutang usaha dicatat di sisi debit (D)
  12. Harga pokok penjualan dicatat di sisi debit (D) 
(sumber : http://mas-devid.blogspot.com/2009/06/pengertian-dan-kegiatan-utama.html)

Sabtu, 17 Desember 2011

Kegunaan Informasi Akuntansi

Sebenarnya sebelum mempelajari akuntansi, banyak sekali pertanyaan muncul dalam pikiran seseorang. Seperti orang akan bertanya, apa manfaat yang dapat diambil? Kapan akuntansi itu diperlukan? Dan masih banyak lagi pertanyaan yang dapat dikemukakan.
Akuntansi menyajikan teknik untuk pengumpulan data. Peran tersebut menjadi bahasa komunikasi ekonomi, baik bagi perorangan maupun badan usaha. Proses penggunaan akuntansi dalam menyajikan informasi kepada para pemakainya dapat Anda lihat pada diagram berikut ini.
Setelah Anda perhatikan diagram di atas, tahukah Anda siapa saja yang menggunakan informasi akuntansi? Jawabannya adalah Investor, Kreditur, Pemerintah, Karyawan dan begitu juga Manajer atau Pemimpin Perusahaan. Jadi informasi akuntansi itu berguna bagi mereka sebagai dasar pengambilan keputusan masing-masing, serta dapat memberikan pertanggungjawaban manajemen kepada pemilik, dan mengetahui perkembangan perusahaan dari tahun ke tahun.
Dengan demikian kegunaan akuntansi yaitu:
a. untuk mendapatkan informasi keuangan perusahaan;
b. untuk mempertanggungjawabkan manajemen kepada pemilik; dan
c. untuk mengetahui perkembangan perusahaan.


(sumber : http://kamarche99.wordpress.com/2008/09/02/kegunaan-informasi-akuntansi/)

Ekonomi Pertanian Indonesia di Tengah Gelombang Ekonomi Global

Dua atau tiga bulan yang lalu di media massa saya membaca bahwa harga CPO (termasuk harga tandan buah segar) sedang bagus-bagusnya dan para petani kelapa sawit tersenyum dimana-mana. Tapi minggu lalu (hanya dalam tempo dua bulan) saya membaca tentang petani kelapa sawit yang cenderung tidak mau memanen hasil pertaniannya karena harga tandan buah segar sangat anjlok. Kalau mereka mengupah orang untuk menurunkan tandan buah segar itu, mereka akan rugi besar.
Hal yang sama juga terjadi dengan kedelai. Rasanya belum terlalu lama ketika produsen tahu dan tempe berdemonstrasi di depan Istana Merdeka karena harga kedelai (terutama import) sangat tinggi. Lalu beramai-ramailah para petani menanam kedelai. Tapi kemarin saya membaca
bagaimana petani di Jawa Tengah mengeluh karena kedelai mereka hanya dihargai kurang dari Rp.6.000,- per kilogram. Dan harga kedelai import pun hampir sama dengan itu.
Berkaitan dengan CPO, konon katanya harga CPO menjadi anjlok karena pasar internasional mulai dibanjiri lagi oleh minyak kedelai, minyak biji bunga matahari dsb. (Padahal, dua atau tiga bulan yang lalu, katanya harga CPO naik–dan akan terus naik–karena minyak kedelai,
minyak biji bunga matahari dsb, sudah dialihkan untuk menjadi bahan baku biofuel. Apakah minyak kedelai dan minyak biji bunga matahari itu urung untuk diuat menjadi biofuel di AS dan Eropa sana?).
Yang menjadi pertanyaan saya ialah: Mengapa harga produk pertanian kita begitu rentan terhadap fluktuasi harga yang terjadi di pasaran internasional? Apa saja kerja Departemen Pertanian, Departemen Perdagangan, Bulog dsb? Apakah mereka tidak bisa membeli lebih dulu
produk petani itu, dan menyimpannya sebagai stock penyangga, agar harga tidak terlalu befluktuasi?
Menurut berita yang saya baca itu, kini petani kedelai mulai berpikir untuk menanam jagung atau padi saja karena harganya lebih baik. Tapi saya berani bertaruh “potong leher”, besok ketika terjadi banjir jagung dan padi, harga akan kembali anjlok, lalu petani akan pindah lagi secara beramai-ramai menanam kedelai. Itu sajalah yang terjadi berulang-ulang di negara ini :-(
Urusan tebu dan gula pun sama saja. Ceritanya pun hanya itu-itu saja. Naik, turun, naik, turun seperti hingus. Paling-paling ditambah sedikit dengan cerita pabrik gula yang tak punya uang cash untuk membeli tebu petani, dan tebu petani yang rendemen gulanya turun karena terlalu lama dibiarkan di ladang, dan “gula rafinasi” (Makhluk apa pula itu?).
Lalu dengan hati masygul saya juga membaca berita bagaimana petani-petani kita cenderung hanya menjadi kuli di negerinya sendiri. Bibit, pakan, pupuk, obat-obatan, semua tergantung kepada perusahaan- perusahaan multi nasional seperti Monsanto, Dow Chemicals, Bayer dsb.
Saya juga berani bertaruh “potong leher” bahwa besok akan ada lagi cerita baru: Harga kedelai, jagung, gula dsb itu anjlok karena kebangkrutan Lehman Brothers.
Saya memang sangat memahami bahwa di era globalisasi dan sistem perdagangan bebas ini semua saling kait-mengait. Tapi apakah memang tidak ada lagi daya dan upaya dari Pemerintah untuk melindungi petani negerinya sendiri? Haruskah ekonomi pertanian kita ini menjadi sabut yang terapung-apung di gelombang ekonomi dunia yang penuh dengan fluktuasi itu? (Saya sungguh tidak bisa memahami bahwa gara-gara kelas menengah AS tak mampu membayar cicilan rumah mewahnya maka petani Indonesia–yang rumah pun tak punya–harus menjadi korban).
Saya menjadi bingung. Dan saya rasa, siapa pun yang menjadi presiden, apakah dia adalah seorang doktor ekonomi pertanian dari IPB, Ketua HKTI, ketua dari sebuah partai yang mengaku berpihak kepada “wong cilik”, atau ketua dari partai yang katanya adalah suara “hati nurani rakyat”, ekonomi pertanian Indonesia akan tetap begini-begini saja[.] 

(sumber : http://mulaharahap.wordpress.com/2008/09/21/ekonomi-pertanian-indonesia-di-tengah-gelombang-ekonomi-global/)

Kenaikan Harga Pangan Bebani Rakyat Kecil

Yogyakarta, CyberNews. Guru besar Fakultas Teknologi Pertanian UGM Prof Dr Ir Mochammad Maksum MSc menilai, lonjakan harga bahan kebutuhan pokok dan komoditas pertanian menjelang Lebaran terus meningkat tajam. Meski kenaikan harga tersebut ditenggarai akibat meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menghadapi Lebaran.
Namun kenaikan harga itu dinilai tidak wajar dan membebani rakyat kecil. ''Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, karena menyangkut kebutuhan dasar rakyat yang sedang menjalankan ibadah puasa,'' katanya dalam seminar di Pusat Studi Pedesaan dan Kawasan (PSPK). 
Dia menyebutkan, beberapa komoditas barang kebutuhan pokok melonjak tajam. Berdasarkan hasil pengamatannya, kenaikan harga beras telah menyebabkan inflasi sebesar 22%, diikuti daging ayam sebesar 19%. Menyusul kenaikan harga daging sapi, gula, dan kacang tanah. ''Harga pasar beberapa komoditas pangan justru semakin tidak terjangkau publik, kalau daging sapi harganya lebih melejit lagi,'' katanya.
Untuk komoditi beras, katanya, merupakan komoditas paling strategis. Namun pengelolaan komoditi pangan pokok itu tidak pernah dibenahi secara serius. Kebijakannya pun, ujarnya, terkesan tambal sulam. Dicontohkan, surplus produksi besar sebesar 3,9 juta ton tahun 2010, tidak serta merta menjadikan pemerintah berupaya menghentikan kebijakan impor beras.
Sebaliknya pemerintah mengimpor 2 juta ton beras. Bahkan, akumuluasi surplus beras yang diperkirakan mencapai 11,9 juta ton pada akhir tahun 2011 dan ditambah 6 juta ton surplus produksi. ''Kebijakan impor ini justru menjadikan petani tidak sejahtera, di sisi lain pemerintah menginginkan harga beras murah,'' tuturnya.
Dikatakan, meski kebijakan importasi merupakan kegiatan lumrah dalam tata niaga. Akan tetapi untuk urusan beras, tidak semata hanya masalah ekonomis, apalagi menilai harga beras impor lebih murah. ''Prinsip ini sangat menyesatkan, karena dalam sebutir beras terdapat pula urusan politik, kedaulatan, keadilan,'' katanya.
Oleh karena itu, kebijakan impor beras seharusnya ditinjau ulang oleh pemerintah dalam rangka memproteksi petani dan pertanian domestik untuk menjaga keberlanjutan produksi beras ditengah kelangkaan pangan dunia. Kini, hampir setiap negara melakukan kebijakan protektif dan menekan ekspor dalam rangka kedaulatan dan keamanan pangan masing-masing.
Thailand dan Jepang misalnya, menerapkan kebijakan proteksi produksi berasnya, Rusia dengan kebijakan terigunya. Sementara Amerika, Australia dan beberapa negara Eropa melindungi produksi ternak sapi. ''Perang pangan pun sudah dimulai. China dan India telah melakukan penguatan cadangan ''multiyears'','' ujarnya.
Secara tegas Prof Maksum menyarankan, agar kebiasaan impor beras yang dilakukan pemerintah segera diakhiri. ''Pilihannya memang tidak mudah, semua ada kosekuensinya. Yang tidak bisa ditawar adalah makin susah dan mahalnya impor. Apalagi sampai mematikan ekonomi petani, mayoritas warga bangsa ini,'' tambahnya.

(sumber : http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news/2011/08/07/92972/Kenaikan-Harga-Pangan-Bebani-Rakyat-Kecil)

Kamis, 15 Desember 2011

PERAN PENTING WIRAUSAHA

Kewirausahaan atau “entrepreneurship”, sering diartikan sebagai “the backbone of economy”, atau syaraf pusat perekonomian atau pengendali perekonomian suatu bangsa. Hal ini karena fakta menunjukkan bahwa sebagian besar pendorong perubahan, inovasi dan kemajuan suatu negara adalah para wirausahawan.
Saat ini telah disadari semua pihak bahwa pengembangan entrepreneurship atau kewirausahaan adalah kunci kemajuan. Melalui pengembangan kewirausahaan menjadi cara mengurangi jumlah penganggur, menciptakan lapangan kerja, mengentaskan masyarakat dari kemiskinan dan keterpurukan ekonomis. Lebih jauh lagi secara politik, meningkatkan harkat sebagai bangsa yang mandiri dan bermartabat.

Dewasa ini banyak kesempatan untuk berwirausaha bagi setiap orang yang jeli melihat berbagai peluang bisnis. Karier kewirausahaan dapat mendukung kesejahteraan masyarakat serta memberikan banyak pilihan barang dan jasa bagi konsumen, baik dalam maupun luar negeri. Meskipun perusahaan raksasa lebih menarik perhatian publik dan sering kali menghiasi berita utama, bisnis kecil tidak kalah penting perannya bagi kehidupan sosial dan pertumbuhan ekonomi suatu negara. Apalagi semakin banyaknya jumlah pengangguran serta kondisi negara kita yang dikenal sebagai pengkonsumsi produk, bukan pencipta produk menjadikan isu wirausaha makin dirasakan urgensitasnya.

Data strategis BPS bulan Agustus 2008 menunjukkan jumlah angkatan kerja Indonesia sebanyak 111,4 juta orang. Dari jumlah tersebut tercatat 9,42 juta (8,48%) orang, merupakan penganggur terbuka yang berdomisili di pedesaan (4.186.703 orang atau 44,4%) dan di perkotaan (5.240.887 orang atau 55,6%). Selanjutnya penduduk miskin Indonesia saat ini mencapai 34,96 juta orang (15,42%) dengan komposisi 22.189.122 orang (63%) berada di desa dan 12.770.888 orang (37%) di kota.

Sementara, semua orang tahu bahwa Indonesia adalah negeri dengan potensi sumber daya alam yang luar biasa. Areal hutannya termasuk paling luas di dunia, tanahnya subur, alamnya indah. Indonesia juga adalah negeri yang memiliki potensi kekayaan laut luar biasa. Wilayah perairannya  sangat luas, belum lagi kandungan hasil laut yang diperkirakan mencapai 6,2 juta ton, mutiara, minyak dan kandungan mineral lainnya, termasuk di dalamnya keindahan alam bawah lautan.
Tidak ada bangsa yang sejahtera dan dihargai bangsa lain tanpa kemajuan ekonomi. Kemajuan ekonomi akan dapat dicapai jika ada semangat berwirausaha yang kuat dari warga bangsanya. Tanpa jiwa kewirausahaan maka sumber energi, komoditi dan mineral yang melimpah di Indonesia tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan rakyat. Diperlukan langkah nyata untuk menghasilkan para pelaku wirausaha baru, mengatasi kemiskinan dan pengangguran, sekaligus membangun kesejahteraan.
Besarnya peran wirausaha (pengusaha) tampak saat badai krisis ekonomi melanda Indonesia. Saat krisis kegiatan ekonomi rakyat kecil dalam bentuk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang merupakan bagian terbesar dalam kegiatan ekonomi masyarakat yang mampu bertahan. Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tersebut telah memberikan kontribusi besar dalam ekonomi Indonesia, baik ditinjau dari segi jumlah usaha (establishment) maupun dari segi penciptaan lapangan kerja.
Sektor UMKM Indonesia cukup menjanjikan karena 95% (43 juta) adalah sektor usaha mikro yang menunjukkan potensi besar. Kemampuan UMKM bertahan terbukti pada pada masa krisis 1997-1998. Selama 1997-2006, jumlah perusahaan berskala UMKM mencapai 99% dari keseluruhan unit usaha Indonesia. Sumbangan UMKM terhadap PDB mencapai 54%-57%. Sebanyak 91% UMKM melakukan kegiatan ekspor melalui pihak ketiga eksportir dan hanya 8,8% yang berhubungan langsung dengan pembeli/importir di luar negeri.

Komunitas UMKM merupakan bagian dari sistem ekonomi Indonesia yang sangat strategis dalam mendorong dan menggerakkan pertumbuhan ekonomi ditinjau dari berbagai aspek yang dimilikinya, yaitu:
1)    Kemampuan menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar dengan tingkat pendidikan dan keterampilan yang relatif rendah diperkirakan daya serap pada sektor UMKM mencapai 79,04 juta tenaga kerja atau 99,4% dari total angkatan kerja yang bekerja.
2)    Aktivitas bisnis UMKM mengisi semua sektor ekonomi di antaranya pertanian, perdagangan, jasa, industri dan sebagainya.
3)    Kontribusi UMKM dalam pembentukan PDB cukup signifikan yakni mencapai sedikitnya 56,72% dari total PDB.
4)    Proses produksi lebih banyak memanfaatkan bahan baku lokal; dan
5)    Agregasi atau jaringan UMKM memperkuat perekonomian lokal maupun nasional.
Dengan besarnya kapasitas yang dimiliki UMKM tersebut menuntut penanganan secara profesional dan strategis khususnya aspek kebijakan, strategi pembiayaaan dan pemberdayaan. Aspek tersebut merupakan bagian dari permasalahan struktural dalam upaya meningkatkan kinerja bisnis UMKM.
Saat membuka Silaturahim Saudagar Minang (SSM) 2010 di Padang, mantan Wapres Jusuf Kalla yang akrab disapa JK menegaskan pertumbuhan dan kemajuan ekonomi daerah amat bergantung kepada pengusaha. Karena itu, butuh lebih banyak pengusaha di daerah. Menurut JK, pengusaha adalah inti pokok kemajuan karena akan memberikan nilai tambah produksi.
Namun, lanjutnya, kebutuhan terhadap pengusaha berbanding terbalik dengan minat masyarakat. Sejak SD hingga mahasiswa, amat jarang yang bercita-cita jadi pengusaha. Mahasiswa kita, kalau ditanya, sebagian besar ingin jadi pegawai negeri sipil, tuturnya. JK mengaku optimis pengusaha-pengusaha muda yang memiliki jiwa entrepreuneur baru akan muncul, mengingat kesempatan terbuka sangat luas. Apalagi, pemerintah selalu memberikan dorongan serta budaya yang kuat.

Demikian kritisnya posisi wirausaha itu, maka kebutuhan akan tersedianya sejumlah wirausaha baru, yang handal, tangguh serta ungggul pada gilirannya akan menjadi kebutuhan yang memang perlu diisi melalui perencanaan yang jelas dan langkah- langkah yang konkrit serta konsisten dalam penyelenggaraannya. Semua itu akan terkait dengan tersedianya populasi wirausaha berpotensi yang memiliki kompetensi melakukan perubahan sikap dan perilaku yang sesuai dengan kebutuhan guna mendukung kegiatan pengelolaan usaha barunya.


(SUMBER :  http://makassarpreneur.com/index.php?option=com_content&view=article&id=125:peran-penting-wirausaha&catid=30:entrepreneurship&Itemid=66 )

Kamis, 01 Desember 2011

Tugas Pengantar Bisnis Bab 10


Nama Kelompok :
1.      Dyah Retno Wulandari (22211296)
2.      Erni Rismayana (22211475)
3.      Nur Rindi Dwi J (25211323)
4.      Velly Nuroctavia (27211253)
5.      Widya Ayu Nurhayati (27211386)
Kelas   : 1EB21


Tugas Pengantar Bisnis
Bab 10


1.        Sebut & jelaskan metode pendekatan sumber daya manusia !
Jawab :
Metode pendekatan sumber daya manusia yaitu :
a.      Pendekatan sumber daya manusia
Pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya manusia. Martabat dan kepentingan manusia tidak diabaikan
b.      Pendekatan manajerial
Analisis prestasi pekerja dan kehidupan kerja karyawan tergantung pada atasan.
c.       Pendekatan system
Personalia merupakan subsistem dari sistem organisasi atau perusahaan, perlu dievaluasi dengan kriteria besarnya kontribusi yang dibuat.
d.      Pendekatan Proaktif
Dapat meningkatkan kontribusi kepada karyawan, manajer dan organisasi melalui antisipasi pada masalah yang timbul.

2.        Untuk apa organisasi membuat rancangan kompensasi bagi karyawannya ?
Jawab :
Tujuan organisasi membuat rencana kompensasi bagi karyawannya
·           Menarik karyawan yang cakap ke dalam organisasi.
·           Memotiasi karyawan mencapai prestasi unggul.
·           Mencapai masa dinas yang panjang.

3.        Apa perbedaan analisis beban kerja & analisis tenaga  kerja ?
Jawab :
Perbedaan analisis beban kerja & tenaga kerja adalah :
·           Analisis beban kerja meliputi peramalan penjualan, penyusunan jadwal waktu kerja dan penentuan jumlah tenaga kerja untuk membuat satu unit barang.
·           Analisis tenaga kerja menhitung jumlah tenaga kerja yang sesungguhnya dapat tersedia pada satu periode.

4.        Apa yang akan dilakukan karyawan jika terjadi ketidak sepakatan dengan perusahaan tempat mereka bekerja ?
Jawab :
Apabila terjadi ketidaksepakatan dengan perusahaan tempat mereka bekerja karyawan akan :
·           Mengadakan musyawarah lagi sampai ditemukan titik temunya.
·           Boikot.
·           Pemogokkan.
·           Penghasutan.
·           Memperlambat kerja.
·           Malas-malasan dalam bekerja.
·           Resign dari perusahaan tersebut.

5.        Sebutkan hubungan yang mengatur antara tenaga kerja dengan manajer suatu perusahaan ! 
Jawab : 
Hubungan yang mengatur antara tenaga kerja dengan manajer suatu perusahaan adalah :
a.         Closed shop agreement.
b.         Union shop agreement.
c.         Open shop agreement.